Profil: ALI SUCIPTO DAN PURNAWIRMAN
Indonesia kembali mengukir prestasi di bidang sains. Teman-teman kita berhasil menyumbangkan empat medali emas, satu medali perak, dua medali perunggu serta satu gelar Honorable Mention pada Olimpiade Fisika Asia (OFA) VI yang di selenggarakan di Pakanbaru, Riau, bulan April 2005 kemarin. Medali emas Indonesia disumbangkan Ali Sucipto T, Purnawirman, Andhika Putra dan Michael Adrian. Kita kenalan lebih dekat dengan Ali Sucipto dan Purnawirman dulu ya.
Ali Sucipto
Ali yang berpostur tinggi-besar dan berkaca mata minus ini adalah siswa SMA Xaverius, Palembang, Sumatera Selatan. Sejak SD, ia selalu menjadi bintang kelas. Tapi bukan berarti Ali langsung suka dengan Fisika. Rasa sukanya timbul waktu melihat kakak seniornya di SMA Xaverius mengukir prestasi di bidang ini.
Kebetulan juga ia akrab dengan kakak seniornya itu. Jadi deh Ali tertular semangat untuk mengolah Fisika. Hasilnya, sejak kelas II SMA ia sudah masuk program training Olimpiade Fisika di sekolah. Dan ternyata kecintaannya pada Fisika berbuah hasil.
Ali yang lahir di Palembang tahun 1987 ini mengaku sangat percaya diri waktu menghadapi Olimpiade Fisika tahun ini. "Terus terang, sejak awal saya sangat percaya diri, karena soal-soalnya tidak jauh beda dengan konsep dasar yang dipelajari," kata pengagum ilmuwan Amerika, Richard Phillips Feynman.
Cita-citanya setelah keberhasilan ini adalah meraih kembali medali emas pada Olimpiade Internasional Spanyol tahun depan.
Purnawirman
Bisa meraih medali emas untuk negara jelas merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Hal itulah yang dirasakan oleh Purnawirman, pelajar SMA I Pekanbaru. Sejak SMP, Purnawirman memang sangat menyukai pelajaran Fisika. Dibantu orangtua, kakak-kakak kelas dan gurunya di sekolah, ia pun kemudian berhasil memasuki seleksi demi seleksi untuk menjadi tim nasional Olimpiade Fisika.
Purnawirman yang lahir 8 Desember 1987 di Riau ini sangat terinspirasi oleh Albert Einstein dan Richard Feynman. Berkat kisah penelitan dua ilmuwan tersebut, Purnawirman pun bercita-cita untuk menjadi ilmuwan Fisika. Sama seperti Ali Sucipto, ia juga bertekad untuk mengulang kesuksesan di Olimpiade Fisika Internasional di Spanyol. (sekolahindonesia.com)

Satu lagi, putri Indonesia meraih prestasi di ajang kompetisi science tingkat dunia. Kali ini giliran Fathia Prinastiti Sunarto. Ia berhasil menjadi juara pertama sekaligus meraih medali emas dalam International Mathematic and Science Olympiad (IMSO) 2004 yang diselenggarakan di Jakarta, November tahun lalu.
Indonesia kembali mengukir prestasi di bidang sains. Teman-teman kita berhasil menyumbangkan empat medali emas, satu medali perak, dua medali perunggu serta satu gelar Honorable Mention pada Olimpiade Fisika Asia (OFA) VI yang di selenggarakan di Pakanbaru, Riau, bulan April 2005 kemarin.
Siapa yang belum kenal gadis satu ini? Hampir semua remaja di Indonesia sepertinya sudah mengetahui siapa Agnes dan apa yang membuatnya terkenal. Agnes telah menjadi seorang bintang serba bisa, karena memang begitu banyak bidang yang dia lakoni. Sebut saja penyanyi, presenter, artis sinetron dan tentu saja, model iklan. Hampir semua bidang yang dia masuki berjalan sukses, bahkan di bidang sinetron Agnes terpilih sebagai terfavorit selama tiga tahun berturut-turut. Hebat gak sih?
Inilah satu-satunya pembalap gokart wanita yang mewakili Indonesia di ajang Asian Champion Malaysia. Alexandra Atmasoebrata memang ingin membuktikan kalau dunia pembalap dan otomotif tidak selamanya harus identik dengan kaum lelaki. Bahkan kalau memang dikerjakan dengan serius bisa menuai prestasi.